Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safety Riding. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Juni 2007

Teknik Menikung…!!!



Topik ini sangat penting terutama kalau mau mengendarai moge… terlebih-lebih moge sportz..mutlak kudu tahu…!!! Hal ini disebabkan moge sportz yang pakai fairing dan sudut beloknya yang lebih sempit, berbeda dengan moge-moge lain. Teknik menikung jadi sangat penting.. karena banyak yang mengalami kecelakaan di tikungan, gara-gara menyamakan beloknya dengan motor mbebek…!!! Oke .. let we start.. :D
  1. Teknik pertama yang gampang adalah membiasakan belok out to in. Artinya kalau kita mau belok ke kiri, kita sudah berada disisi kanan dulu. Dengan kata lain cari haluan…!!! Sangat jelas.. kalau ngeliat motoGP, mau belok kekiri tuh motor udah diposisi kanan sebelum nikung… !!! Oke.. jelas khan… nah ini kudu dibiasain…!!!
  2. Teknik kedua, biasa disebut Slow in fast out, dari artinya aza udah jelas… masuk pelan keluar cepat. Ini biasa dilakukan jika track lurus… kita langsung gas pool teruz.. pada jarak tertentu (bisa 100 / 200 meter), langsung mulai melambat dengan oper gigi dan rem.. Teruz pertahankan RPM jangan sampai drop banget.. Kecepatana berapa, tergantung tikungannya… kalau sangat patah, semakin lambat… setelah masuk dan berhasil belok, throttle langsung dibejek… (tapi jika langsung lurus..) tapi jika chicane (letter S, belok kiri dan langsung kanan), yah nggak bisa langsung dibejek…!!!
  3. Teknik yang ketiga adalah counter steering. Ada beberapa teknik yang termasuk counter steering.
    • Pertama menggunakan bahu (shoulder) maka disebut Shoulder grip. Jika mau belok ke kiri, maka shoulder ditarik ke kiri. Jika mau belok ke kanan, shoulder ditarik ke kanan.
    • Teknik berikutnya adalah menggunakan foot step, sehingga disebut foot step grip. Jika mau nikung ke kiri, foot step ditekan dengan kaki kiri ke arah kiri. Handle juga ditekan ke kiri. demikian pula sebaliknya.
    • Berikutnya yang agak jarang digunakan, adalah tank grip. Artinya menggunakan tangki bensin untuk belok. Jika mau belok ke arah kiri, maka kaki kanan menjepit tangki untuk ditarik ke kiri. Kalau di MotoGP Pedrosa paling sering menggunakan teknik ini (yah dikombinasi dengan teknik lain tentunya).

Dan terakhir teknik-teknik diatas kudu dipakai dan digabung sehingga menikungnya jadi optimal. Dan teakhir yang paling penting adalah allways focus… karena meleng dikit.. pada kecepatan tinggi.. bisa bubaar…!!! :D

Jumat, 22 Juni 2007

Lebih Safety Dengan Helm : 3

Yamaha MX Club Indonesia - Chapters Samarinda

Helm, atribut vital bagi pengemudi dan penumpang sepeda motor. Selain melindungi kepala dari sengat matahari hal yang paling penting dari 'si bundar' ini melindungi kepala dari kecelakaan lalu lintas.

Seiring berjalannya waktu, helm juga mengalami banyak perkembangan, tak hanya sebagai pelindung, helm juga jadi aksesori menilik dari banyaknya helm funky yang banyak dikenakan kawula muda. So apapun alasannya helm tetap pegang peranan penting bagi pengendara motor.

Demi keselamatan dan kenyamanan berkendara tak ada salahnya mencermati tips berhelm berikut:
1. Pilih kaca helm yang bening dan memberikan efek netral sehingga tak mengganggu pemandangan, terutama saat digunakan pada malam hari.
2. Ukuran helm harus disesuaikan dengan kepala pemakainya. Helm yang disarankan bagi seorang pengemudi adalah helm yang pas atau menekan bagian pipi dan dahi pada wajah. Jika helm yang digunakannya itu tidak pas atau longgar, besar kemungkinan helm itu akan terlepas dari kepala semakin besar dan membahayakan pengendara.
3. Helm yang disarankan bagi pembonceng adalah menggunakan helm yang sesuai dengan ukuran kepala pemakainya dengan kaca polos, usahakan menggunakan helm yang menutupi seluruh bagian wajah.
4. Buka kaca bagian depan helm seperempat bagian saat hujan atau membuka seluruh ventilasi helm. Membuka kaca akan mengurangi kabut pada kaca yang dapat mengganggu penglihatan pengemudi.
5. Gunakanlah helm yang baru. Hindari menggunakan helm yang sudah jatuh lebih dari dua kali sebaiknya beli lagi yang baru.

Gangguan Saraf Akibat Kelalaian Penggunaan Helm

Kebanyakan pengendara motor memakai helm di motivasi oleh peraturan lalu lintas, bukan kesadaran pribadi. Bayangkan kalau tiba-tiba saja terjadi kecelakaan. Bahkan sebuah helm sekali pun belum bisa menjamin pengendara motor selamat dari kecelakaan. Walau terhindar dari gegar otak, masih banyak luka lain yang bisa diderita.

Di Amerika Serikat (AS), kecelakaan motor merupakan salah satu penyebab paling besar terjadinya brachial plexus selain tertembak senjata api dan bawaan saat lahir. Pengertian istilah branchial plexus sendiri adalah sebuah jaringan yang terbentuk oleh serat-serat yang berada di antara bahu dan leher. Dari sekian banyak gangguan saraf, brancihal plexus ini menempati urutan tertinggi di negeri Paman Sam tersebut yaitu 1.019 kasus sejak 1968-2000.

Di AS biasanya penanganan kasus seperti kecelakaan motor yang menyebabkan orang tidak mampu menggerakkan tangannya, dilakukan oleh seorang dokter ahli saraf. Ini disebabkan penyebab ketidakmampuan pasien menggerakkan tangannya lebih dipicu oleh gangguan saraf, bukan sekadar otot. Branchial plexus sendiri terkait dengan sumsum tulang belakang, salah satu sistem saraf pusat tempat di mana berbagai gerakan tubuh mendapat perintah motorik.

Hal di atas bisa terjadi jika terjadi benturan yang cukup keras di bagian kepala akibat tidak ada pelindung di bagian kepala ataupun ada pelindung tetapi tidak mumpuni dijadikan sebagai pelindung.

Jadi gunakanlah pelindung kepala yang mumpuni karena kepala anda terlalu berharga jika hanya di lindungi oleh sebongkah plastik atau dengan rambut yang menempel di kepala.

Lebih Safety Dengan Helm

Yamaha MX Club Indonesia - chapters Samarinda

Setidaknya 8 dari 10 kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor (tahun 2004 Polri mencatat dari 17.732 kecelakaan melibatkan 14.223 unit sepeda motor).

Salah satu alasan mengapa banyak pengendara sepeda motor yang meninggal atau mengalami luka parah, karena sepeda motor hanya memberikan perlindungan yang sangat minimal terhadap pengendaranya.

Tidak seperti halnya mobil, sepeda motor tidak memiliki “bantalan” untuk menahan benturan. Mobil mempunyai bodi yang terbuat dari metal, ada instrumen peredam, sabuk keselamatan (safety belt) dan kantong udara (air bag). Mobil juga mempunyai kipas untuk menyeka air hujan sehingga pengendara dapat melihat jelas pada waktu hujan. Mobil lebih stabil karena mempunyai empat roda dan dari ukurannya lebih mudah dilihat oleh pengemudi maupun pengendara lainnya

Ukuran sepeda motor yang kecil, membuat pengemudi sangat mudah untuk melaju dan bergerak di keramaian lalu lintas. Namun hal ini juga membuat mereka mudah terlibat dalam kecelakaan dan meskipun pengemudinya salah ataupun tidak, biasanya pengendara sepeda motor yang sering mengalami luka serius.

Undang-undang tentang Kewajiban Memakai Helm bagi Pengendara Sepeda Motor. Untuk melindungi pengendara sepeda motor di Indonesia telah dibuat undang-undang tentang kewajiban memakai helm bagi pengendara sepeda motor.

Undang-undang No. 14 tahun 1992 Pasal 61 ayat (3) dan PP no. 44 tahun 1993 mensyaratkan bagi semua pengendara sepeda motor dan penumpangnya untuk memakai helm. Penumpang yang tidak memakai helm dikenakan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan, atau denda sebesar Rp.1.000.000 (satu juta rupiah).

Bila mengalami tabrakan yang terjadi pada kepala anda maka 1 dari 3 pengguna sepeda motor yang terluka dan mengalami cedera kepala (gegar otak).

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa satu dari tiga orang yang kecelakaan sepeda motor mengalami cedera di kepala, yang bisa mengakibatkan gangguan pada otak, pusat system syaraf dan urat syaraf tulang belakang bagian atas.

Cedera di kepala utamanya disebabkan benturan. Apabila kepala mendadak terkena benturan dengan benda keras atau permukaan yang tidak dapat bergerak (seperti jalanan, trotoir, mobil atau tonggak), maka bagian dari kepala yang terkena benturan, seketika akan berhenti bekerja. Namun bagian lain dari kepala tetap bergerak, sehingga otak dan tengkorak kepala mungkin robek atau pecah sebelum berhenti bekerja.

Bila tengkorak retak, mungkin otak akan mengalami koyakan karena benda, batu di jalan dan atau pecahan tulang. Bahkan bila tengkorak tidak retak, otak bisa saja luka karena dampak dari benturan. Gegar otak biasanya sulit untuk dipulihkan. Keadaan seperti itu dapat mengubah hidup dan kehidupan yang bersangkutan dan sekeluarganya.

(Sumber : Motor Plus)

Safety Accessories ...

PAKAILAH ASESORI BERKENDARA
YANG AMAN DAN NYAMAN

Oleh : Hermawan Wibisono*


Seiring dengan semakin tingginya kesadaran untuk berkendara secara aman dan nyaman, terutama untuk anda yang senang bepergian jarak jauh dengan menggunakan sepeda motor. Kami akan mengulas sedikit dan membahas tentang perlengkapan berkendara yang patut dipakai pada saat kita berkendara.

Safety Apparels
Yang dimaksud dengan safety apparels dalam pembahasan kali ini adalah asesoris yang kita pakai dalam berkendara untuk meminimalisir kecelakaan dan resiko dalam berkendara. Safety Apparels ini meliputi safety helmet sampai ke sepatu yang kita kenakan.

a. Safety Helmet
Ada berbagai macam dan jenis helm yang tersedia di pasaran, dari yang mulai paling murah sampai yang paling mahal. Sebenarnya dalam memilih sebuah safety helmet, kita hanya memerlukan 2 kriteria saja, yaitu : nyaman dan aman. Nyaman pada saat kita kenakan dan aman dengan memilih helmet yang sudah bertanda "DOT" pada (biasanya) bagian dalamnya. Kami tidak menganjurkan pemakaian helm proyek untuk dipakai berkendara roda dua. Helmet jenis half face-pun sebisanya dihindari untuk perjalanan ke luar kota.


b. Jacket
Sekarang ini jacket hadir dalam berbagai macam bahan, warna dan model. Pilihlah jacket yang nyaman dan aman untuk keperluan anda. Tentunya pada perjalanan jauh, kita tidak mungkin membawa berbagai jacket dengan berbagai bahan. Pilihlah yang menyerap keringat dan tidak tembus angin. Kami sangat merekomendasi jenis dari bahan Gore-Tex atau Cordura yang tahan gesekan dan air yang dilapisi dengan bahan katun di sisi dalamnya. Pemasangan protector pada pundak, punggung, siku dan sepanjang tulang tangan sangatlah baik untuk meredam benturan yang terjadi pada saat kecelakaan.
c. Celana
Sangat dianjurkan yang terbuat dari bahan yang tebal, seperti jeans, soft canvas, kulit, Gore-tex dan cordura. Tiga bahan yang disebutkan terakhir memiliki daya tahan gesekan yang lumayan baik. Hanya saja kekurangannya, tidak terlalu nyaman dipakai pada saat matahari sedang terik. Untuk menyiasati hal ini, biasanya dipasanglah lapisan dari bahan katun disisi dalam, agar dapat menyerap keringat dengan baik. Untuk celana touring buatan pabrik, biasanya juga sudah dipasangkan beberapa pelindung tubuh, antara lain di daerah belakang untuk melindungi tulang ekor, pinggul samping, lutut dan tulang kering.
d. Sepatu
Pilihan sepatu yang benar untuk berkendara motor tidak hanya nyaman dipakai, tapi yang paling penting adalah lunaknya bagian sendi engkel bagian depan. Hal ini dimaksudkan pada saat anda melakukan "panic break" (pengereman mendadak), kaki anda akan langsung menyalurkan tenaga ke tuas rem secara baik dan tidak tertahan di 'keras'nya sepatu. Klasifikasi yang memenuhi syarat nyaman dan aman untuk sepatu adalah :
  • Sepatu haruslah mempunyai tinggi melewati mata kaki dan berpelindung tepat pada mata kaki
  • Diusahakan tidak bertali
  • Nyaman dipakai
  • Terbuat dari bahan alami (kulit)
  • Sol yang terbuat dari bahan karet, agar tidak licin
  • Mempunyai pelindung di ujung jari kaki
  • Mempunyai angka ukuran yang 1 tabel lebih tinggi dari ukuran kaki kita, karena biasanya kita akan mengalami pembengkakan pada kaki pada saat kita melakukan perjalanan jauh.
  • Mempunyai sirkulasi udara yang baik dan mempunyai lapisan lembut disisi dalamnya.
e. Sarung Tangan
Selain sebagai pelindung tangan dan jari pada saat udara dingin dan hujan, Glove juga berfungsi sebagai peredam resiko pada saat terjadi kecelakaan.
Sadar atau tidak biasanya pada saat terjadi kecelakaan, telapak tanganlah yang akan menyentuh aspal dan menahan tubuh kita pertama kali. Sama seperti pelindung tubuh lain, glove ini juga bisa dibuat dari berbagai macam bahan, warna dan bentuk yang menarik. Sementara ini di pasaran, paling banyak tersedia adalah dari bahan kulit dan synthetic. Pilihlah yang berbahan kulit, karena bahan kulit tidak meneruskan sifat 'panas' ke telapak tangan pada saat ada pergesekan dengan permukaan jalan. Bahan synthetic, selain tidak terlalu kuat, dia juga akan menimbulkan rasa panas pada kulit tangan kita. Saran kami, pilihlah glove panjang dari bahan kulit yang mempunyai pelindung Serat Karbon dan Kevlar pada buku-buku jari.

Sebagai pertimbangan anda dalam memilih jenis pelindung, kami juga akan menambahkan bahwa pemakaian bahan fiberglass sebaiknya dihindari. Karena sesuai dengan sifatnya bahwa fiberglass akan patah dengan ujung yang biasanya tajam dan kaku (seperti kaca), patahan ini akan bisa menyebabkan cidera tambahan pada pemakainya. Lebih baik, pergunakanlah bahan serat karbon atau Kevlar sebagai gantinya.
Memang kelihatannya mahal sekali apabila kita membeli semua asesoris di atas tapi renungkan dan pertimbangkanlah keselamatan anda baik-baik, nilai dan harga bagian tubuh anda sangat tinggi, bukan ?

from : yamaha mx club indonesia - chapters Samarinda

Be Safety ...

Kondisi seperti saat ini membuat sepeda motor menjadi pilihan paling praktis dan ekonomis sebagai alat transportasi baik pribadi maupun keluarga. Kemampuan melalui jalan yang relatif kecil (selap selip) seakan membuat motor menjadi kendaraan bebas macet dan efektif, sementara itu juga konsumsi BBM yang sangat irit membuat kendaraan ini sangatlah ekonomis.

Namun sayang juga ketika demikian mudahnya memperoleh sepeda motor, tetapi tidak dibarengi dengan kesadaran untuk belajar berkendara dengan baik dan aman. Masih banyak kita lihat orang mengendarai motor dengan sekencang-kencangnya, atau sangat lambat dan lain-lain yang membahayakan dirinya juga orang lain disekitarnya.
Menurut survey tim safety riding course, lebih dari 50% kecelakaan sepeda motor disebabkan oleh faktor manusia itu sendiri, selain faktor kendaraan dan lingkungan.

Mungkin disinilah perlunya kita ikut suatu klub motor. Apakah itu klub motor sejenis maupun klub motor berbagai merek, yang penting adalah klub yang bisa membina kita menjadi bikers yang baik dan tertib. Klub motor yang baik salah satunya adalah klub yang peduli dengan keselamatan dan keamanan berkendara. Beberapa klub yang saya kenal, melakukan acara khusus untuk melatih dan memberi pencerahan tentang keselamatan dan keamanan berkendara. Bahkan untuk menggelar acara tersebut dilibatkan juga beberapa vendor sebagai sponsor, yang artinya semua sepakat akan pentingnya keselamatan.

Safety Riding!
Sama halnya dengan istilah Safety Driving bagi pengguna mobil, istilah Safety Riding mengacu kepada perilaku berkendara yang secara ideal harus memiliki tingkat keamanan yang cukup bagi diri sendiri maupun orang lain.

Dalam pelatihan Safety Riding, disajikan dalam teori dan praktek.
Umumnya dalam teori dijelaskan seputar keselamatan berkendara, pentingnya pemanasan tubuh saat hendak berkendara, kesiapan kendaraan, posisi berkendara yang ideal, dan lain-lain.

Kesiapan berkendara yang diperlukan untuk sepeda motor antara lain:
  • Sarung Tangan, sebaiknya memiliki lapisan yang dapat menutupi kedua belah tangan dan bahan yang dapat menyerap keringat serta tidak licin saat memegang grip/handle motor.
  • Jaket, sebaiknya mampu melindungi seluruh bagian tubuh baik dari terpaan angin maupun efek negatif kala terjadi benturan baik kecil maupun besar.
  • Helm (minimal Half Face), sebaiknya mampu memberikan proteksi lebih kepada kepala, poin inilah yang selalu dilewatkan oleh tipikal bikers pengguna helm catok dan sejenisnya.
  • Sepatu, haruslah mampu memberikan kenyamanan serta keamanan bagi seluruh lapisan kaki.

Secara umum untuk pelatihan praktek Safety Riding diajarkan:
  • Teknik pengereman dengan hanya mengandalkan rem depan, rem belakang, dan kombinasi keduanya. Teknik ini untuk membiasakan bikers untuk membedakan fungsi dua sisi rem saat hendak berhenti ber-akselerasi.
  • Teknik slalom dengan cone di lintasan. Teknik ini untuk melihat kemampuan peserta menikung dengan cepat dari sisi kiri ke kanan dan sebaliknya dengan asumsi kendaraan sedang melaju di tengah kemacetan.
  • Teknik berjalan di lintasan ala bumpy-road , teknik ini untuk membiasakan bikers untuk memberi kenyamanan saat jalan tidak mulus atau bergelombang.
  • Teknik berkendara di lintasan lurus dan sempit berupa bilah dengan asumsi kendaraan berjalan di jalan kecil dan diliputi kemacetan. Teknik ini untuk membiasakan diri bagi bikers untuk tetap dapat melakukan handling tanpa menurunkan kaki dalam kecepatan rendah.
  • Perangkat keamanan semacam decker lutut dan siku plus helm menjadi wajib untuk peserta pelatihan Safety Riding.

Dari materi-materi seperti inilah diharapkan muncul niatan dari para pengendara untuk membiasakan diri sendiri memberi upaya keselamatan berkendara. Gampang-gampang susah, itu ternyata pendapat yang muncul di benak peserta setelah semua sesi praktek dilapangan dilakukan. Dari sekian banyak poin yang dipelajari peserta semua memiliki arti masing-masing dengan kesimpulan bahwa keselamatan berkendara amatlah dibutuhkan untuk mengurangi angka kecelakaan dijalan. Ya! Semua dimulai dari diri sendiri, alangkah baiknya jika hasil kursus singkat ini dapat dibagi dengan rekan-rekan lain sesama pengendara.

Buktikan bahwa kita mampu berkendara dengan baik, tidak sembrono, tidak ugal-ugalan, patuh lalu-lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan serta memberi contoh positif kepada sesama pengguna jalan.

Safety is Everything, bro!!
Contributed by Andry Berlianto IBC